Pengenalan umum sistem operasi

sejarah komputer generasi ketiga
BAB I
PEMBAHASAN
PENGENALAN UMUM SISTEM OPERASI DAN STRUKTUR SISTEM KOMPUTER

1.   Sejarah dan Perkembangan Sistem Operasi

2.   Sistem Operasi

A.    Definisi Sistem Komputer
                  Sistem operasi merupakan salah satu komponen utama dari sebuah "sistem komputer". Komponen komputer lainnya ialah "perangkat keras", "perangkat lunak aplikasi", dan "para pengguna"
                  1.            Perangkat keras merupakan penyedia sumber daya untuk komputasi. Perangkat keras merupakan benda konkret yang dapat dilihat dan disentuh.
                  2.            Perangkat lunak merupakan sarana yang memberitahukan perangkat keras apa yang harus dikerjakannya, yang merupakan benda abstrak yang hanya dapat dilihat dari sudut apa yang dilakukannya terhadap perangkat keras.
                  3.            Pengguna komputer yang dimaksud di sini dapat berupa manusia, program aplikasi lain, atau pun komputer lain.

B.     Peran Sistem Operasi
Ø  Fungsi Dasar
            Sistem komputer pada dasarnya terdiri dari empat komponen utama, yaitu perangkat-keras, program aplikasi, sistem-operasi, dan para pengguna. Sistem operasi berfungsi untuk mengatur dan mengawasi penggunaan perangkat keras oleh berbagai program aplikasi serta para pengguna.
Ø  Sistem operasi berfungsi ibarat pemerintah dalam suatu negara, dalam arti membuat kondisi komputer agar dapat menjalankan program secara benar. Untuk menghindari konflik yang terjadi pada saat pengguna menggunakan sumber-daya yang sama, sistem operasi mengatur pengguna mana yang dapat mengakses suatu sumber-daya. Sistem operasi juga sering disebut resource allocator. Satu lagi fungsi penting sistem operasi ialah sebagai program pengendali yang bertujuan untuk menghindari kekeliruan (error) dan penggunaan komputer yang tidak perlu.

C.    Tujuan Mempelajari Sistem Operasi
Tujuan mempelajari sistem operasi
                       1.     Diharapkan dapat merancang sendiri serta dapat memodifikasi sistem yang telah ada sesuai dengan kebutuhan kita.
                       2.     Dapat memilih alternatif sistem operasi.
                       3.     Memaksimalkan penggunaan sistem operasi.
                       4.     Konsep dan teknik sistem operasi dapat diterapkan pada aplikasi-aplikasi lain.

D.    Sasaran Sistem Operasi
Sasaran utama Sistem operasi yaitu
1.              kenyamanan -- membuat penggunaan
a.       komputer menjadi lebih nyaman.
                              2.            efisien -- penggunaan sumber-daya
a.       sistem komputer secara efisien.
                              3.            Serta mampu berevolusi -- sistem
a.       operasi harus dibangun sehingga
b.      memungkinkan dan memudahkan
c.       pengembangan, pengujian serta
d.      pengajuan sistem-sistem yang baru.






3.   Struktur Sistem Komputer
       1.            Sistem Operasi Komputer.
       2.            Struktur I/O.
       3.            Struktur Penyimpanan.
       4.            Storage Hierarchy.
       5.            Proteksi Perangkat Keras.

1.      Sistem Operasi Komputer
            Dewasa ini sistem komputer multiguna terdiri dari CPU (Central Processing Unit); serta sejumlah device controller yang dihubungkan melalui bus yang menyediakan akses ke memori. Setiap device controller bertugas mengatur perangkat yang tertentu (contohnya disk driveaudio device, dan video display). CPU dan device controller dapat dijalankan secara bersamaan, namun demikian diperlukan mekanisme sinkronisasi untuk mengatur akses ke memori.
1.1.    Siklus Instruksi

Ø  Dilakukan melalui 2 tahap:
1. Mengambil instruksi (instruction fetch) dari memori.
2. Instruction execution.
Ø  Program counter (PC) menyimpan alamat instruksi yg akan diambil.
Ø  Nilai PC akan berubah ke instruksi berikutnya yg akan diambil.

1.2.    Interrupt
·         Merupakan sinyal dari peralatan luar atau permintaan dari program untuk melaksanakan suatu tugas khusus.
·         Jika interrupt terjadi, maka program dihentikan terlebih dahulu untuk menjalankan rutin interrupt.
·         Ketika program yg sedang berjalan dihentikan, prosesor menyimpan nilai register yg berisi alamat program (CS dan IP) ke stack, dan mulai menjalankan rutin interrupt.
·         Alamat setiap rutin disimpan dalam tabel (Interrupt Services Table).
·         Sesudah rutin selesai dijalankan, program akan mengambil kembali nilai register dari stack dan program dijalankan kembali.

Bagian ini akan membahas interupsi I/O, dan DMA, serta perbedaan dalam penanganan interupsi.

2.1.    I/O Interrupt

·         Pada saat operasi I/O dijalankan ada dua kemungkinan, yaitu :

o   Synchronous – menunggu sampai proses I/O selesai

         Sebuah thread memulai operasi I/O kemudian akan masuk ke state wait (tunggu) sampai operasi I/O selesai 

         Ketika dalam state wait, CPU idle 

o   Asynchronous – proses lain dapat berjalan walaupun operasi I/O belum selesai

         Sebuah thread mengirim permintaan I/O ke kernel dengan memanggil fungsi yang cocok, jika diterima oleh kernel, thread akan melanjutkan proses yang lain sampai kernel memberitahu bahwa operasi I/O sudah selesai. Kemudian thread tersebut akan melakukan interupsi terhadap proses yang sedang dikerjakannya dan memproses data operasi I/O Proteksi I/O


2.2.    Struktur DMA (Direct Memory Access)
*   Perangkat pengendali memindahkan data dalam blok-blok dari buffer langsung ke memory utama atau sebaliknya tanpa campur tangan prosesor.
*   Interupsi hanya terjadi tiap blok bukan tiap word atau byte data. 
*   Seluruh proses DMA dikendalikan oleh sebuah controller bernama DMA Controller (DMAC). 
*   DMA Controller mengirimkan atau menerima signal dari memori dan I/O device. 
*   Prosesor hanya mengirimkan alamat awal data, tujuan data, panjang data ke pengendali DMA. 
*   Interupsi pada prosesor hanya terjadi saat proses transfer selesai. 

3.      Struktur Penyimpanan

                       1.        Main memory : media storage yang dapat diakses langsung oleh CPU, kapasitas kecil, volatile

-       Volatile : isi data hilang jika power dimatikan

                       2.        Secondary storage : penyimpanan data dengan kapasitas besar, non-volatile

-       Non-volatile : data masih tersimpan walaupun power dimatikan

3.1.    Cache Memory
• Proses transfer data dari/ke memori utama ke/dari register CPU dilakukan per karakter.
• Cache sebagai perantara CPU dg memori.
• Pengiriman data dari/ke cache ke/dari CPU dilakukan per karakter.
• Pengiriman dari dari/ke cache ke/dari memori dilakukan per blok.

3.2.    Memori Utama

§  Berisi juataan sel penyimpanan, masing2 dapat menyimpan binary digit.
§  Satu bit diatur secara individu karena satu bit hanya menyimpan sejumlah kecil informasi saja.
§  Terdiri dari:
         Static memory: terbuat dari rangkaian yg mampu bertahan selama ada daya listrik, kecepatan tinggi, harga mahal.
         Dynamic memory: informasi disimpan dalam bentuk isian kapasitor, hanya mampu menyimpan informasi untuk beberapa milidetik saja.

3.3.    Magnetic Disk
o   Metal keras atau piringan yang terbungkus material magnetik
o   Permukaan disk terbagi secara logikal dalam track, yang masing-masing terbagi lagi dalam sector.
o   Disk controller menentukan interaksi
logikal antara device dan computer


3.4.    RAM Disk
Merupakan suatu blok penyimpanan dengan 2 perintah (membaca dan menulis blok).
 Keadaan normal, blok2 disimpan pada memori sekunder (floopy disk/ hard disk).
 Metode sederhana
 “preallocated” memori utama untuk menyimpan blok2 data.
 (+) kecepatan pengaksesan data

4.      Clock

Timer sangat penting untuk sistem yg menggunakan timesharing. Clock akan memelihara waktu setiap harinya dan akan melindungi suatu proses dari proses yg lainnya dalam ha monopoli penggunaan CPU. Dibagi 2:
o   Clock hardware
o   Clock software
Clock Hardware
         Dibangun dari 3 komponen: oscilator kristal, counter, dan holding register(mengambil counter).
         Jika ada tekanan pada kuarsa kristal, maka akan menyebabkan adanya sinyal secara periodis dg ketelitian yg sangat tinggi (5-100Hz).
         Sinyal akan menyebabkan counter berkurang terus-menerus hingga nilai nol. Jika nilai counter nol, maka akan menyebabkan CPU interrupt.
         (+) frekuensi interrupt dapat dikontrol oleh software.  
Clock Software
         Kegunaan:
         Memelihara “Time of day”(real time)
         Mencegah proses supaya tidak berjalan lebih lama dari yg diperbolehkan
         Menghitung penggunaan CPU
         Mengendalikan ALARM system call yg dibuat oleh user proses
         Sebagai ‘anjing penjaga’ untuk bagian2 sistem itu sendiri
         Mengerjakan profiling, monitoring, dan pengumpulan statistik.

5.      Proteksi Perangkat Keras

1.      Dual-Mode Operation
2.      Proteksi I/O
3.      Proteksi Memory
4.      Proteksi CPU

1.    Dual-Mode Operation
§  Penggunaan resource sharing membutuhkan sistem operasi yang menjamin suatu program yang salah tidak  menyebabkan program lain tidak terpengaruh.
§  Menyediakan dukungan hardware yang dibedakan ke dalam dua mode operasi :
     1.  User mode – eksekusi dilakukan untuk kepentingan user.
     2. Monitor mode (disebut juga kernel mode atau system mode) – eksekusi dilakukan   untuk kepentingan sistem operasi.

2.    Proteksi I/O

                 a.       Semua instruksi I/O adalah instruksi privileged:
      Hanya dapat dilakukan melalui OS
      OS dapat mencegah “request” ke I/O dengan melihat mode saat ini.
                b.       OS menjaga supaya program user tidak dapat menjadi “monitor mode” untuk mencegah user program melakukan:
      Menangani interrupt: dengan mengubah alamat interrupt vector.
      Mengubah status dan data pada “device table”



3.        Proteksi Memory
a.    Melindungi memori terutama untuk isi:
      interrupt vector dan interrupt service routines.
b.    Cara umum adalah setiap user program hanya dapat mengakses lokasi memori yang telah dibatasi (disediakan untuk program tsb).
      Range address – alamat yang valid
      Base register – menyimpan alamat terkecil
c.    memori secara fisik
      Limit register – besarnya jangkauan memori yang diijinkan
       Memori diluar range tersebut tidak dapat diakses oleh user program tsb.

4.        Proteksi CPU
a.    Timer
 Interupsi secara berkala oleh hardware: => transfer control ke OS.
 Nilai timer akan berkurang sesuai “clock tick” dari hardware komputer.
 Saat nilai timer menjadi 0, interrupt terjadi.
 Housekeeping: melakukan CPU scheduling (jatah CPU), status device table dll.

b.    Timer digunakan untuk system time.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Makalah Organisasi Komputer


SEJARAH KOMPUTER GENERASI KETIGA III (1963-1965)


Walaupun transistor dalam banyak hal mengungguli Tube Vakum, namun Transistor menghasilkan panas yang cukup besar, yang dapat berpotensi merusak bagian-bagian internal komputer. Batu Kuarsa (quartz rock) menghilangkan masalah ini.


Walaupun transistor dalam banyak hal mengungguli Tube Vakum, namun Transistor menghasilkan panas yang cukup besar, yang dapat berpotensi merusak bagian-bagian internal komputer. Batu Kuarsa (quartz rock) menghilangkan masalah ini.

Jack Kilby, seorang insinyur di Texas Instrument, mengembangkan sirkuit terintegrasi (IC : integrated circuit) di tahun 1958. IC mengkombinasikan tiga komponen elektronik dalam sebuah piringan silikon kecil yang terbuat dari pasir kuarsa.

Para ilmuwan kemudian berhasil memasukkan lebih banyak komponen-komponen ke dalam suatu chip tunggal yang disebut semikonduktor. Hasilnya, komputer menjadi semakin kecil karena komponenkomponen dapat dipadatkan dalam chip.

Kemajuan komputer generasi ketiga lainnya adalah penggunaan sistem operasi (operating system) yang memungkinkan mesin untuk menjalankan berbagai program yang berbeda secara serentak dengan sebuah program utama yang memonitor dan mengkoordinasi memori komputer.

Komputer Generasi ketiga ditandai dengan munculnya sirkuit-sirkuit mini, yang berbentuk hybrid integrated circuit. Pada sirkuit mini tersebut, transistor dan diode yang terpisah diletakkan dalam satu tempat.
Beberapa ciri yang lain dari generasi ini adalah adanya integrasi antara perangkat keras dan perangkat lunak dan berorientasi ke komunikasi data dan penanganan lebih dari satu operasi secara serempak.
Karakteristik generasi ketiga mulai terlihat jelas ketika pada tahun 1964 IBM menciptakan sebuah komputer baru menggunakan IC yang disebut dengan IBM S/360.













PEMROSESAN PARALEL

Pemrosesan Paralel adalah komputasi dua atau lebih tugas pada waktu bersamaan dengan tujuan untuk mempersingkat waktu penyelesaian tugas-tugas tersebut dengan cara mengoptimalkan resource pada sistem komputer yang ada untuk mencapai tujuan yang sama. Pemrosesan paralel dapat mempersingkat waktu ekseskusi suatu program dengan cara membagi suatu program menjadi bagian-bagian yang lebih kecil yang dapat dikerjakan pada masing-masing prossesor secara bersamaan.

            Tujuan utama dari pemrosesan paralel adalah untuk meningkatkan performa komputasi. Semakin banyak hal yang bisa dilakukan secara bersamaan (dalam waktu yang sama), semakin banyak pekerjaan yang bisa diselesaikan. Analogi yang paling gampang adalah, bila anda dapat merebus air sambil memotong-motong bawang saat anda akan memasak, waktu yang anda butuhkan akan lebih sedikit dibandingkan bila anda mengerjakan hal tersebut secara berurutan (serial). Atau waktu yg anda butuhkan memotong bawang akan lebih sedikit jika anda kerjakan berdua.

            Adapun proses kerja , pemrosesan paralel membagi beban kerja dan mendistribusikannya pada komputer-komputer lain yang terdapat dalam sistem untuk menyelesaikan suatu masalah. Sistem yang akan dibangun tidak akan menggunakan komputer yang didediikasikan secara khusus untuk keperluan pemrosesan paralel melainkan menggunakan komputer yang telah ada. Artinya, sistem ini nantinya akan terdiri dari sejumlah komputer dengan spesifikasi berbeda yang akan bekerjasama untuk menyelesaikan suatu masalah. Adapun tipe-tipe Paralelisme adalah sebagai berikut

1. Result Paralelisme

          Result Paralelisme yang sering disebut sebagai Embarrassingly Parallel atau Perfect Paralel adalah tipe paralelisme dimana komputasinya dapat dibagi menjadi beberapa tugas independen yang mempunyai struktur sama. Data struktur suatu tugas dibagi menjadi beberapa bagian yang berstruktur sama. Contoh tugas yang bisa diselesaikan dengan Result Parallelism adalah Simulasi Montecarlo.

2. Specialist Paralelisme

         Cara kerja Specialist Parallelisme adalah dengan mengerjakan beberapa tugas secara bersamaan pada prosesor yang berbeda . Setiap komputer mengerjakan tugas tertentu.
Contohnya penggunaanya adalah pada simulasi pabrik kimia, satu prosesor mensimulasikan proses sebelum reaksi kimia, satu prosesor mensimulasikan reaksi pada tahap awal, dan prosesor lainnya mensimulasikan proses penyulingan hasil, dan seterusnya.

3. Agenda Paralelisme

          Tipe paralelisme ini mempunyai daftar yang harus dikerjakan oleh sistem komputer . Semua komputer yang terdapat pada sistem dapat mengakses daftar tersebut. Pada Model MW (Manager Worker) terdapat pengelompokan komputer menjadi dua yaitu :

a) Manager : bertugas memulai perhitungan, memonitor kemajuan tugas, melayani permintaan worker. User berkomunikasi dengan sistem komputer melalui komputer yang berfungsi sebagai manager ini.

b) Worker : mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh manager. Kerja komputer ini dimulai setelah ada perintah dari manager dan diakhiri oleh manager.
Pesan Terdistribusi dan Lingkungan Pemrograman (Distributed Messaging and Programming Enviroment) hubungannya dengan pemrosesan paralel ialah pesan sebagai sesuatu ( objek ) pada pemrosesan itu sendiri sehingga kita harus mendeskripsikan pesan ( message ) itu .

Terdapat tiga metode untuk mengimplementasikan Inter-node parallelism yaitu :

a. Dengan cara membuat protokol komunikasi ad hoc level rendah. Contohnya dengan menggunakan socket interface.

b. Dengan menggunakan distributed communication library. Contohnya dengan menggunakan Message Passing Interface (MPI) library

c. Dengan memanfaatkan layer software dengan maksud untuk menyembunyikan interconnect dari programmer.

           Setelah kita mengenal , komponen – komponen dan tujuan dari pemrosesan paralel tersebut, kita beralih ke sistem pemrosesan paralel dimana, sistem pemrosesan paralel adalah sekumpulan komputer terhubung dan bekerjasama sebagai satu resource komputer yang terintegrasi untuk menyelesaikan suatu tujuan. Sebuah sistem paralel setidaknya terdiri dari Message Passing Interface (MPI) dan sebuah pengatur beban kerja (job scheduler) .
Message Passing Interface bertugas untuk mengirim data antar komputer di dalam sistem paralel (biasanya disebut sebagai node atau host). Job scheduler seperti yang tersirat dari namanya bertugas menerima tugas dari user dan menjadwalkan tugas tersebut pada beberapa node didalam sistem parallel sesuai kebutuhan. Gambar A memperlihatkan lapisan-lapisan pada arsitektur sistem paralel (LinuxSistem paralels.com).

Detail Arsitektur Sistem parallel

           MPI (Message Passing Interface) adalah sebuah mekanisme mengiriman instruksi dan data antara dua proses komputasi yang berbeda yang berada pada komputer berbeda pada sistem sistem paralel. Paket-paket yang mempunyai spesifikasi kebutuhan MPI telah banyak beredar di Internet dan telah dilengkapi dengan LAM/MPI [5] dan MPICH [6]. Paket-paket ini telah dilengkapi dengan fungsi-fungsi yang menggunakan library C dan Fortran.
Kemampuan MPI digunakan untuk menginterpretasikan bahasa pemrograman matrik kemampuan dynamic linking dari bahasa tersebut. Fungsi library dari paket MPI dapat digabungkan dengan dynamic extension dengan cara menghubungkan bahasa pemrograman tersebut dengan bahasa C, C++, atau FORTRAN.
Hal ini telah dilakukan untuk menciptakan toolbox MPI (MPITB) untuk kebutuhan MATLAB, dan bahasa pemrograman GNU Octave oleh Fernandez Baldomero . Pada makalah ini digunakan MPITB dengan pertimbangan fungsionalitas dan kelengkapannya disamping fakta bahwa MPITB dan GNU Octave adalah bebas digunakan bahkan untuk keperluan komersial. Hal ini juga berarti bahwa source code-nya banyak beredar dan dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan.

Aplikasi Pemrosesan Paralel

Desain Jaringan

Secara garis besar, mekanisme pemberian layanan publik bagi user di luar jaringan adalah sebagai berikut:

a) User diluar jaringan diatas melakukan suatu request tugas, misalnya tracetest_example.m
b) Request diterima oleh Load balancer/Linux box untuk kemudian diolah dan dibagi menjadi proses yang relatif lebih kecil
c) Proses yang telah berukuran kecil tersebut diolah oleh masing-masing node/slave untuk diselesaikan.
d) Setelah selesai melakukan tugasnya, node/slave mengirimkan kembali hasilnya ke Load balancer untuk kemudian disusun kembali.
e) Hasilnya dikirimkan kembali ke user.

         

4. ARSITEKTUR KOMPUTER PARALEL DANUKURAN KOMPLEKSITAS

Jumlah data yang didapat dari pendeteksian keadaan cuaca, polusi udara dan unsurunsur kimia lapisan bumi menunjukkan nilai rata-rata 1010 bit (binary digit) per detik.

Sedangkan dalam operasi kedokteran dengan bantuan scanner (penyinaran), penyajian grafik rekonstruksi ruang dengan komputer baik dari data langsung yang didapat dari pemotongan melintang suatu organ tubuh maupun dari data pemutaran koordinat pada berbagai sudut pandang, minimal memerlukan kecepatan proses operasi hitung sebesar 1015 kali per detik.

Kedua contoh di atas mengungkapkan bahwa kita perlu merancang komputer cepat tipe paralel guna memproses data dalam ukuran besar dan dalam waktu singkat untuk berbagai bidang aplikasi, antara lain: kedokteran, klimatologi, penerbangan, eksplorasi, hankam, astronomi dan lain sebagainya. Hal ini disebabkan komputer sekuensial dipandang sangat terbatas kemampuannya untuk menyelesaikan kasus-kasus seperti kedua contoh tersebut.

5. Arsitektur Komputer Parallel
Sesuai taksonomi Flynn, seorang Designer Processor, Organisasi Prosesor dibagi menjadi 4 :
A.    SISD (Single Instruction Single Data Stream) Arus Instruksi Tunggal dan Data Tunggal
B.    SIMD (Single Instruction Multiple Data Stream) Arus Instruksi Tunggal dan Multiple Data
C.    MISD (Multiple Instruction Single Data Stream)
Arus Multiple Instruksi dan Data Tunggal
D.    MIMD (Multiple Instruction Multiple Data Stream) Arus Multiple Instruksi dan Multiple Data

2.1.1 Komputer SISD
Arsitektur mesin komputer SISD (Single Instruction Single Data) dari model Von Neumann. Jenis ini merupakan komputer sekuensial dengan ciri pokok hanya memiliki satu prosesor (Schendel, 1984).
Skema kerja prosesor menurut gambar tersebut menunjukkan bahwa kemampuan mesin sekuensial dalam menjalankan eksekusi program, setiap operasi aritmatika ataupun logika dilakukan dalam satu unit kalkulasi. Hal ini disebabkan dalam setiap instruksi, mesin hanya mampu membaca data dalam sekali kerja. Oleh sebab itu dapat disimpulkan bahwa penggunaan mesin ini pada bidang aplikasi sangat terbatas, sebab kemampuan dari prosesornya terbatas. Contoh dari kelompok ini adalah jenis personal komputer (PC) dan mini komputer.

2.1.2 Komputer SIMD
Arsitektur mesin komputer SIMD (Single Instruction Multiple Data) dari jenis komputer paralel. Dari skema dapat dicirikan bahwa tipe ini terdapat N prosesor yang masing-masing prosesor dihubungkan dengan memori lokal sehingga data dan program dapat disimpan. Selain itu semua prosesor dikendalikan oleh satu unit kontrol (Knob, 1990).

Kemampuan pokok yang dimiliki oleh mesin ini menunjukkan bahwa pada saat yang sama, setiap prosesor mampu mengeksekusi instruksi-instruksi yang sama dari data yang berbeda. Mesin yang dapat dimasukkan dalam tipe ini antara lain ILLIAC IV, TAR-100, DRAY-1, STARAN IV dan ILC (memiliki 4096 prosesor).

2.1.3 Komputer MISD
Jenis yang ketiga adalah komputer paralel MISD (Multiple Instruction Single Data). Dalam gambar 1.c, mesin MISD memiliki satu unit memori. Kemampuan yang dimiliki untuk mengeksekusi program menunjukkan bahwa pada setiap saat, satu data dari memori dioperasikan oleh setiap prosesor menurut instruksi-instruksi dari setiap unit kontrol. Jadi secara paralel, satu data yang sama dapat diproses oleh prosesor-prosesor yang berlainan.
Secara struktural, mesin ini nampak ekivalen dengan mesin SISD. Hanya karena memiliki prosesor bebas lebih dari satu, maka mesin ini dapat dikatakan sebagai mesin multi-prosesor yang kemampuannya relatif masih terbatas untuk digunakan di bidang-bidang aplikasi.

2.1.4 Komputer MIMD
Model komputer MIMD (Multiple Instruction Multiple Data) merupakan jenis komputer paralel yang disajikan pada gambar 1.d. Mesin ini memiliki N prosesor bebas dan masing-masing prosesor mempunyai satu unit kontrol, sehingga mesin ini dapat kita sebut sebagai mesin multikomputer.

Ciri lain yang ada pada mesin tersebut adalah prosesor-prosesornya saling bekerja sama dalam unit Input-Output dan memori utama, sehingga mesin ini dapat dikategorikan sebagai mesin multiprosesor.

Kemampuan mesin MIMD menunjukkan bahwa pada setiat saat, secara serentak prosesor-prosesor dapat menjalankan instruksi-instruksi yang berlainan secara paralel. Dari model susunan prosesornya, dapat disimpulkan bahwa komputer semacam ini dapat dimanfaatkan untuk aplikasi khusus guna memecahkan masalah yang membutuhkan operasi-operasi resolusi tinggi dan sangat kompleks.




DAFTAR PUSTAKA


·                     PEMROSESAN PARALEL
Creel, Michael (2004), “ParallelKnoppix - Create a Linux Cluster for MPI Parallel Processing in 15 Minutes”, http://pareto.uab.es/mcreel/Parallel Knoppix/


·                     Creel, Michael, 2004, Parallel-Knoppix –Rapid Creation of a Linux Cluster for MPI
Parallel Processing Using Non-Dedicated Computers, http://pareto.uab.es/mcreel/Parallel Knoppix/
Fernández Baldomero, J. (2004), “LAM/MPI Parallel Computing under GNU Octave”,
http://atc.ugr.es/javier-bin/mpitb.
Hidayat, Syarif. 2006.Pemrosesan Paralel menggunakan Komputer Heterogen.

·                     Kant, Chander, 2002, Introduction to Clusters, http://LinuxCluster.com.

LAM team (2004), “LAM/MPI Parallel Computing”,
http://www.lam-mpi.org/

·                     Gropp, W., E. Lusk, N. Doss and A. Skjellum (1996), "A high-performance, portable implementation of the MPI message passing interface standard", Parallel Computing, p.22,p.789-828

·                     Mateti, Prabhaker, 2005, “Cluster Computing with Linux”.

Wikipedia ( Ensiklopedi Bebas Berbahasa Indonesia )
http://id.wikipedia.org/wiki/Pemrograman_paralel.





  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0