Drama Bawang merah Bawang putih dalam bahasa Inggris


DRAMA BAWANG MERAH BAWANG PUTIH VERSI INGGRIS
Once upon a time there lived a family in a village of Red Onion and Garlic, Garlic in his life which is full of torment and humiliation as well as nagging, until one day the call Garlic Shallots in a rage.
Act I
1. Shallots: White ... White ...! here you are. You ... have to clean this room clean, do not let any    dust that is still attached. (Her hands on her hips). Remember it! (Menjitak Garlic head) when I come to this room is not clean out his own future as a result! (Tear smth. To small pieces and away).
2. Garlic: Good, Shallots! (Ducking and go mangambil broom).
3. Mother & B. White: Right, how lonely. Garlic where yes, really ngak look! (Looking left and right) White ... White ... White ...! where ya boy called nyaut not-call!
4. Mr. & B. White: What's bu ...! (With a sense of a question mark).
5. Mother & B. Red: Eh ...! Father, you know when you are coming why she did not hear Mr. ngetok-ngetok door. (Holding hands).
6. Mr and B. White: E ... bu earlier, did you deliberately not ngetok-ngetok door, because father heard my mother screaming calling Garlic, Garlic Just what is the where bu? And why should he? (With surprise).
7. Mother & B. Red: Oh no sir there is nothing (as he ran his hand ngelus husband) I am afraid Garlic why Why, e not him again break his room, sir. (As he leaned kepundaknya).
8. Mr. & B. White: Thank you yes ma'am, you proud once had a wife as good as Mom, and my mother is also too bad at both of our children (stroked his wife's hair) then you go to trade ya bu, at least my first week there. Mothers keep yourself well yes and also our children well, oh yes there is little money for shopping (handing her money). Well first off ya bu Mr. (His hand).
Mom B. Red: Yes sir (while kissing the hand of Mr) be careful on the street, da ...! Hem ... basic stupid husband, you think I really love you all! Not yes, I just love money and the house you are ... ha ... ha ... ha ... (patting his money). White ... white ... white ... here you are! (Hips).
9. Garlic: Yes ... yes ... mom, mom there is what?
10. Mom B. White: Where do you ha ... hell wrote recording aja? (Pulling and pushing White) is called tai-calling from is not no answer, yes you are deaf ... (looking away).
11. Garlic: Good bu ...! (With a tone of fear).

12. Mom B. Red: Yeah well, (nodding-head ngangguk) now you wash the clothes thoroughly understand? Remember Garlic, before she came washing and floor must be clean! Listen ....! (Ringing loud yell).
Garlic went down to the river to wash the clothes, crying Garlic Says!
13. Garlic: O Allah, forgive the sins of My stepmother, give me strength to face this ordeal. O Allah open to the door of the heart My stepmother and stepsister that he would love me. (Crying)
14. Guard I: Excuse me sir, e ... see it there sir, there seems to be a woman. (Pointing).
15. Guards II: Yes sir, it seems more laundry master! (Vigorously).
16. Prince: Yeah, really, but yes ... just who is he? Is he alone bodyguard? (With surprise and looked towards her, as she thinks) you see the guards try to get there ...! (Pointing).
17. Guard I & II: Good lord ...! (Nodding).
18. Guard I: Sir, it turns out she was alone ...!
Guards II: The woman was beautiful and the hosts seemed a nice guy!
19. Prince: (Nodding-ngangguk) Let us guard there ...! (Pointing).
20. Guard I & II: Good lord ...!
21. Prince: E ... e ... lady! (With a nervous and shy). If I may know the name of the lady who? And the lady come from? And why should alone in a very quiet river is ...?
22. Garlic: Excuse me ... sir ...! (Carrying the skirt and will run).
23. Prince: Do not ... do not ... ladies, do not run, I mean well, I see the lady alone, so I ventured over to the lady! (With a smile).
24. Garlic: Garlic host my name, I come from villages across, e ... but sorry sir, I can not linger here, I am afraid my mother scolded me sir ...!
25. Prince: Wait ... wait ...! nona wait ...! (Shouting) let us follow the guard's Garlic, which is actually her house!
Then Leave the Prince and two bodyguards to go home Garlic, Prince felt he was the woman who always coveted, then the Prince rushed to the home of the Garlic.
26. Shallots Mother: My son tried to see there, who's that? (With surprise).
27. Shallots: Yes ma'am, it seems that coming prince. Ouch how proudly and gangteng Prince. (With a smile).
28. Mother Shallots: Relax dear, I know the Prince's arrival want to find a consort. (Holding her shoulders).
29. Shallots: Really it was not? Help me Mommy, I want to be the consort of Prince bu. (Berloncat joy).
30. Prince: ... Excuse me, excuse me ...!
31. Mother Shallots: Sir ...! (With surprise)
E ... what the hell came kegubuk our lord, what the master would marry our daughter, a beautiful and sweet lord? (While holding the chin Onion).
32. Prince: No ...! (Aloud)
I'm here just to apply for the child's mother to be Permaisuriku Garlic. (With full smile).
33. Shallots: Why Prince prefers to Garlic than me, but Prince Garlic very crafty person and love to play with men, not like me a good, obedient and loyal. (Smiling happily).
Besides Prince Garlic is one ugly not like my beautiful, sweet, and interesting, he's the Prince?
34. Prince: E ... yes-yes yes, you're too pretty, sweet and attractive lady, but unfortunately my heart was already hooked together the garlic, I beg you please call a Garlic soon ...!
35. Shallots: Huuuh ...! Garlic, Garlic again, emangnya not anyone besides Garlic, huuuh ... resentful ...! (As he stomped). White ...! Caucasian ...!
36. Garlic: Yeah, ya ...!
37. Shallots: here you see there is the Prince would marry you to be his wife. (With a cynical expression hateful).
38. Prince: Garlic, would you be Permaisuriku? (To smile).
39. Garlic: (Ducking full of smiles and shy, it means he wants).
40. Mother Shallots: Sorry sir, it means the sign of Garlic agreed to host the empress!
41. Prince: Come here Garlic, keistanamu you follow me you'll be deflowered Permaisuriku! (Reached out and took Garlic go).
42. Garlic: Mother ...! (My mother came and hugged him.)
Red Onion ...! (To the Red Onion and hug).
43. Prince: Well ma'am, I will take Garlic to my palace and I will make Permaisuriku. (Happily).
Then we set off once bu, excuse me ...! (Runs out).
44. Mother Shallots: Yes sir ...!
Prince then went and Garlic along with his bodyguards to go to the royal palace and dijadikanlah Garlic as a consort, Prince finally samapai and Garlic happily ever after "Crime can not beat the good, and man's most perfect creature on earth, but because perfection is sometimes neglect them in what makes them perfect."
ENDS

Pemain:
1. Bawang Merah
2. Bawang Putih
3. Ibu Bawang Merah
4. Bapak Bawang Putih
5. Pangeran
6. Pengawal I, II, dan III
BAWANG MERAH BAWANG PUTIH
Alkisah di sebuah desa hiduplah satu keluarga yang terdiri dari: Ibu, Bapak dan seorang anak perempuan yang bernama “Bawang Putih”, mereka hidup bahagia.
Pada suatu hari musibah menimpa keluarga mereka, Ibu si Bawang Putih sakit parah. Ketika itu bapaknya sedang berdagang, Ibu si Bawang Putih tidak bisa diobati akhirnya meninggal dunia.
Si Bawang Putih sangat sedih sekali karena ditinggalkan Ibunya, sedangkan Bapak yang disayangi menikah lagi dengan wanita lain yang telah mempunyai anak perempuan yang bernama “Bawang Merah”. Bawang Putih semakin hari semakin sedih dan menderita karena disiksa oleh Ibu dan saudara tirinya.
Pada suatu hari lewatlah seorang pangeran yang tampan dia melihat Bawang Putih sedang mencuci baju di sungai, dia melihat kecantikannya dan kemudian jatuh hati padanya. Pangeran mengejar si Bawang Putih kerumahnya tetapi dihalangi oleh saudara tirinya, tapi karena kebaikan si Bawang Putih akhirnya dilamarlah oleh pangeran itu dan akhirnya mereka menikah dan hidup bahagia selamanya.
C. NASKAH DRAMA
Alkisah disebuah desa hiduplah satu keluarga yaitu Bawang Merah dan Bawang Putih, yang dalam hidupnya Bawang Putih penuh dengan siksaan dan hinaan serta omelan, hingga suatu ketika si Bawang Merah memanggil Bawang Putih dengan penuh amarah.
Babak I
1. Bawang Merah: Putih… Putih…!! kesini kamu. Kamu… harus membersihkan ruang tamu ini sampai bersih, jangan sampai ada debu-debu yang masih menempel. (sambil berkacak pinggang). Ingat ya! (menjitak kepala Bawang Putih) kalau sampai aku datang ruangan ini tidak bersih tahu sendiri nanti akibatnya! (mencebir dan membuang muka).
2. Bawang Putih : Baik, Bawang Merah! (merunduk dan pergi mangambil sapu).
3. Ibu & B. Putih : Lho, kok sepi. Bawang Putih kemana ya, kok ngak kelihatan! (sambil melihat kanan kiri) Putih… Putih… Putih…! kemana ya anak itu dipanggil-panggil gak nyaut!
4. Bapak & B. Putih: Ada apa sih bu…! (dengan perasaan tanda tanya).
5. Ibu & B. Merah : Eh…! Bapak, lho kapan Bapak yang datang kok Ibu nggak dengar Bapak ngetok-ngetok pintu. (sambil memegang tangannya).
6. Bapak dan B. Putih : E… tadi bu, memang Bapak sengaja nggak ngetok-ngetok pintu, soalnya bapak dengar Ibu berteriak-teriak memanggil-manggil Bawang Putih, Emangnya si Bawang Putih kemana bu? Dan kenapa dia? (dengan penuh keheranan).
7. Ibu & B. Merah : Oh tidak ada apa-apa pak (sambil mengelus-ngelus tangan suami) Ibu takut Bawang Putih kenapa-napa, e tak tahunya lagi istirahat dikamarnya, pak. (sambil merebah kepundaknya).
8. Bapak & B. Putih : Terima kasih ya bu, Bapak bangga sekali punya istri sebaik Ibu, dan saya sayang sekali sama Ibu juga anak kita berdua (mengelus rambut istri) kalau begitu Bapak berangkat berdagang lagi ya bu, paling disana saya 1 minggu. Ibu jaga diri baik-baik ya dan juga anak kita baik-baik, oh ya ini ada sedikit uang buat belanja (sambil menyodorkan uang). Baiklah bu Bapak berangkat dulu ya. (mengulurkan tangannya).
Ibu B. Merah : Iya pak (sambil mencium tangan Bapak) hati-hati dijalan, da…! Hem… dasar suami bodoh, kamu kira saya betul-betul mencintai kamu apa! Tidak ya, saya hanya mencintai uang dan rumah kamu ini… ha… ha… ha… (sambil menepuk-nepuk uang). Putih… putih…putih… kesini kamu! (berkacak pinggang).
9. Bawang Putih : Ya… ya… bu, ada apa bu?
10. Ibu B. Putih : Kemana aja sih kamu ha… kaman aja? (sambil menarik dan mendorong Putih) dipanggil-panggil dari tadi nggak ada jawaban, kamu tuli ya… (sambil membuang muka).
11. Bawang Putih : Baik bu…! (dengan nada ketakutan).
12. Ibu B. Merah : Ya bagus, (sambil mengangguk-ngangguk kepala) sekarang kamu cuci baju itu sampai bersih mengerti? Ingat Bawang Putih, sebelum Ibu datang cucian ini dan lantai ini sudah harus bersih! Dengar….! (nada keras membentak).
Maka berangkatlah Bawang Putih ke sungai untuk mencuci baju itu, sambil menangis Bawang Putih Berkata!
13. Bawang Putih : Ya Allah, ampunilah dosa-dosa Ibu tiriku, berikanlah kekuatan dalam menghadapi cobaan ini. Ya Allah bukakanlah pintu hati Ibu tiriku dan saudara tiriku agar dia mau menyayangiku. (sambil menangis)
14. Pengawal I : Maaf tuan, e… lihat disana tuan, sepertinya ada seorang wanita. (sambil menunjuk).
15. Pengawal II : Ya benar tuan, sepertinya lagi mencuci pakaian tuan! (dengan penuh semangat).
16. Pangeran : Iya, betul-betul, tapi… sama siapa ya dia? Apa dia sendirian pengawal? (dengan penuh keheranan dan melihat kearah wanita itu, sambil berfikir) pengawal coba kalian lihat kesana…! (sambil menunjuk).
17. Pengawal I & II : Baik tuan…! (sambil mengangguk).
18. Pengawal I : Tuan, ternyata perempuan itu sendirian…!
Pengawal II : Perempuan itu cantik tuan dan kelihatannya orang baik-baik!
19. Pangeran : (Sambil mengangguk-ngangguk) Mari pengawal kita kesana…! (sambil menunjuk).
20. Pengawal I & II : Baik tuan…!
21. Pangeran : E… e… nona! (dengan gugup dan malu). Kalau boleh saya tahu nama nona siapa? Dan nona berasal dari mana? Dan kenapa pula sendirian di sungai yang sangat sepi ini…?
22. Bawang Putih : Maaf… tuan…! (sambil menjinjing rok dan mau berlari pergi).
23. Pangeran : Jangan… jangan… nona, jangan lari, saya bermaksud baik, saya lihat nona sendirian, jadi saya memberanikan diri menghampiri nona! (dengan senyuman).
24. Bawang Putih : Nama saya Bawang Putih tuan, saya berasal dari desa seberang, e… tapi maaf tuan, saya tidak bisa berlama-lama disini, saya takut dimarahi Ibu saya tuan…!
25. Pangeran : Tunggu… tunggu…! tunggu nona…! (sambil berteriak) mari pengawal kita ikuti Bawang putih itu, dimana sebenarnya rumahnya!
Kemudian berangkatlah Pangeran dan 2 pengawalnya untuk menuju rumah Bawang Putih, Pangeran merasa dialah wanita yang selalu diidam-idamkan, kemudian si Pangeran bergegas pergi ke rumah si Bawang Putih.
26. Ibu Bawang Merah : Anakku coba lihat disana, siapa itu yang datang? (dengan penuh keheranan).
27. Bawang Merah : Iya bu, sepertinya yang datang Pangeran. Aduh betapa gagahnya dan gangteng Pangeran itu. (dengan senyuman).
28. Ibu Bawang Merah : Tenang sayang, Ibu tahu kedatangan Pangeran itu ingin mencari permaisuri. (sambil memegang pundaknya).
29. Bawang Merah : Benarkah itu bu? Tolong saya bu, saya mau menjadi permaisuri Pangeran itu bu. (berloncat kegirangan).
30. Pangeran : Permisi…, permisi…!
31. Ibu Bawang Merah : Tuan…! (dengan terkejut)
E… ada apa gerangan tuan datang kegubuk kami ini, apa tuan mau mempersunting anak kami, yang cantik dan manis ini tuan? (sambil memegang dagu Bawang Merah).
32. Pangeran : Tidak…! (dengan lantang)
Saya kesini hanya untuk melamar anak ibu si Bawang Putih untuk menjadi permaisuriku. (dengan penuh senyuman).
33. Bawang Merah : Kenapa sih Pangeran lebih suka Bawang Putih dari pada saya, padahal Pangeran Bawang Putih orangnya licik sekali dan suka mempermainkan lelaki, tidak seperti saya yang baik, patuh dan setia. (sambil senyum gembira).
Lagian Pangeran Bawang Putih itu orangnya jelek tidak seperti saya cantik, manis, dan menarik, ia kan Pangeran?
34. Pangeran : E… iya-ya betul, kamu juga cantik, manis dan menarik nona, tapi sayang hati saya sudah terpikat sama si Bawang Putih, saya mohon tolong panggilkan Bawang Putih segera…!
35. Bawang Merah : Huuuh…! Bawang Putih, Bawang Putih lagi, emangnya nggak ada orang lain selain Bawang Putih, huuuh… sebel…!! (sambil menghentakkan kaki). Putih…! Puith…!!
36. Bawang Putih : Iya, mbak…!!!
37. Bawang Merah : Kesini kamu lihat ini ada Pangeran mau mempersunting kamu menjadi istrinya. (dengan mimik yang sinis penuh kebencian).
38. Pangeran : Bawang Putih, maukah kamu menjadi permaisuriku? (memberikan senyuman).
39. Bawang Putih : (Merunduk penuh senyuman dan malu-malu, berarti dia mau).
40. Ibu Bawang Merah : Maaf tuan, itu berarti tandanya Bawang Putih setuju menjadi permaisuri tuan!
41. Pangeran : Mari kesini Bawang Putih, ikutlah kamu keistanamu kamu akan aku persunting menjadi permaisuriku! (mengulurkan tangan dan menggandeng Bawang Putih pergi).
42. Bawang Putih : Ibu…! (menghampiri Ibu dan memeluknya).
Bawang Merah…! (menghampiri Bawang Merah dan memeluknya).
43. Pangeran : Baiklah bu, saya akan membawa Bawang Putih ke istanaku dan akan aku jadikan permaisuriku. (dengan senang hati).
Kalau begitu kami berangkat dulu bu, permisi…! (berjalan keluar rumah).
44. Ibu Bawang Merah : Ya tuan…!
Maka berangkatlah Pangeran dan Bawang Putih beserta pengawalnya untuk menuju istana kerajaan dan dijadikanlah Bawang Putih sebagai permaisuri, samapai akhirnya Pangeran dan Bawang Putih bahagia selamanya
“Kejahatan tidak bisa mengalahkan kebaikan, dan manusia memang mahluk paling sempurna di muka bumi, namun karna kesempurnaan itu kadang mereka lalai pada apa yang membuat mereka menjadi sempurna”.
SELESAI

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

Djoko Soeranto mengatakan...

hehehe, hatur nuhun,,,
nice blog..

Poskan Komentar